PERSEBAYA SURABAYA

PERSEBAYA SURABAYA
PERSEBAYA SURABAYA
Bajul Ijo, Julukan Persebaya Surabaya merupakan salah satu klub terbesar di Indonesia dan telah meraih berbagai prestasi hingga saat ini.

Persebaya kini berusaha menjadi pemain papan atas Liga 1 2021-2022. Namun, kompetisi kini telah memasuki jeda internasional. Untuk mengisi kekosongan tersebut, mari mengenal lebih jauh klub kebanggaan masyarakat Surabaya ini.

Sejarah berdirinya Persebaya Surabaya

Persebaya didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada tanggal 18 Juni 1927 sebagai wadah masyarakat Surabaya untuk bermain sepak bola. Persebaya saat itu dikenal dengan nama Soerabhaisasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB).

Sebelum SIVB, ada klub sepak bola lain di Surabaya, yaitu Sorabaiasche Voetbal Bond (SVB) yang didirikan pada tahun 1910. Namun, klub tersebut didirikan oleh komunitas Belanda di Surabaya.

Tiga tahun setelah berdiri, Persebaya terlibat masalah besar. Persebaya adalah salah satu dari tujuh klub yang membentuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 19 April 1930.

SIVB berganti nama menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Indonesia Surabaya) pada tahun 1943, dan 17 tahun kemudian, Persibaja berganti nama menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya).

Prestasi Kasta Tertinggi Persebaya Surabaya

Setahun setelah PSSI terbentuk, perserikatan pun dimulai. Persebaya punya catatan manis di era liga dengan enam kali merebut gelar pada 1941, 1950, 1951, 1952, 1975/1978, 1987/1988.

Di awal era Liga Indonesia, Persebaya juga menunjukkan bakatnya. Persebaya menjadi juara dua kali pada musim 1996-1997 dan 2004. Persebaya hampir saja menjuarai musim 1998 jika balapan tidak dihentikan oleh gejolak politik di Indonesia.

Bajul Ijo kini tengah mempersiapkan liga 2021 setelah kompetisi musim lalu dihentikan di tengah jalan akibat pandemi Covid-19. Persebaya diharapkan memiliki pencapaian tertinggi di musim 2021.

Meski begitu, Bosbaya tenggelam di era Liga Indonesia. Setelah meraih gelar pada tahun 2004, Persebaya bahkan mundur pada pertengahan musim 2005 dan terdegradasi ke Divisi Satu melalui adu penalti.

Pada tahun 2008, Persebaya kembali menjadi kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Namun, musim 2009-2010 terbelah dua akibat dualisme yang melanda timnas.

Persebaya 1927 dengan dukungan seluruh Bonek mengikuti Liga Super Indonesia yang saat itu belum diakui PSSI. Persebaya 1927 kemudian dinobatkan sebagai juara pada tahun 2011. Sedangkan klub yang sebelumnya menggunakan nama Persebaya kini menjadi Bhayangkara FC.

Pada 2017, PSSI akhirnya mengakui status Persebaya 1927 melalui Kongres Bandung. Namun, Persebaya harus bermain di Liga 2. Saat itu, PSSI mengizinkan klub asal Jawa Timur itu kembali menggunakan nama Persebaya. Pada tahun 2018, Bajul Iho naik ke Divisi Utama dan bertahan hingga saat ini.

Markas Besar Persebaya Surabaya, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT)

Persebaya bermarkas di Stadion Utama Gelora Bung Tomo (GBT). Stadion ini multi guna dan merupakan bagian dari kompleks olahraga Surabaya Sport Center. Stadion GBT baru dibuka pada 6 Agustus 2010 dengan kapasitas 46,806 juta orang. Stadion ini dinamai untuk menghormati pahlawan nasional Surabaya Sutomo (Bung Tomo). (*)

Post a Comment for "PERSEBAYA SURABAYA"