Berbagai Posisi Tidur beserta Risiko dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Berbagai Posisi Tidur beserta Risiko dan Manfaatnya bagi Kesehatan
KESEHATAN - Setiap orang biasanya harus tidur. Tidur sangat penting bagi tubuh untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas. Tidur juga menyegarkan dan memulihkan tubuh. Bagaimana posisi tidur yang benar untuk istirahat yang sempurna dan optimal?

Posisi tidur dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Posisi tidur yang baik juga baik untuk kesehatan Anda. Sebaliknya, jika Anda tidur dengan posisi yang salah, hal itu juga akan berpengaruh pada kesehatan Anda.

Dr Bayu Satyawida Purwanto mengungkapkan bahwa banyak posisi tidur yang berbeda yang sering dilakukan orang. Diantaranya, posisi terlentang, posisi menyamping kanan, posisi menyamping kiri, dan posisi tengkurap. Semua postur ini memengaruhi tubuh dan kesehatan. Terutama organ jantung dan perut.

Tidur telentang dapat menyebabkan leher seseorang meregang atau melentur. Pada orang dengan kesehatan normal, kondisi ini tidak menjadi masalah. Namun, hal itu bisa berdampak buruk bagi orang yang secara fisik mengalami obesitas. Sebab, mereka memiliki lemak di lehernya.

Ketika orang gemuk tidur telentang, lidahnya akan bersandar. Jadi mereka mendengkur. Bahayanya, jika suatu saat lidah jatuh, maka jalan napas akan tersumbat.

“Dalam jangka panjang, menyebabkan tubuh cepat lelah dan mudah sakit. Karena kekurangan oksigen,” kata seorang dokter di Puskesmas Wonoasih Pang Yue Lingo.

Sedangkan untuk posisi tidur miring, tidak ada pengaruh buruk bagi kesehatan. Namun, bagi ibu hamil dan penderita asam lambung, disarankan untuk bersandar ke kiri. Jika Anda tidur miring ke kiri, pintu perut di tenggorokan akan menghadap ke atas.

Dengan begitu, asam lambung tetap berada di lambung dan tidak keluar dari tenggorokan saat Anda tidur. Sementara itu, jika miring ke kanan, pintu lambung menghadap ke bawah. Saat tidur, otot-ototlah yang mengatur portal perut.

“Seiring bertambahnya usia, otot-otot yang mengontrol jalan masuk ke lambung menjadi kendur. Hal ini menyebabkan asam lambung naik,” jelas dr. Bayu.

Sementara itu, ibu hamil dianjurkan berbaring miring ke kiri saat usia kehamilan memasuki 3 bulan. Sebab, jika tidur miring ke kanan, pembuluh darah di perut akan tertekan. Ini buruk bagi kesehatan Anda karena dapat menyebabkan pusing, mual dan kaki bengkak.

"Jika pasien sakit punggung, disarankan untuk bersandar ke kanan dan ke kiri. Untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang," jelasnya.

Tidur dalam posisi tengkurap dalam waktu lama tidak dianjurkan. Karena saat tidur dalam keadaan ini, posisi dada akan tertekan oleh berat badan. Oleh karena itu, untuk bernafas, diperlukan energi tambahan untuk mencapai yang maksimal. Selain itu, posisi tidur ini memberi tekanan pada jantung dan paru-paru. Pernapasan menjadi kurang ideal.

“Kecuali bagi penderita gangguan pernapasan. Anda bisa tidur tengkurap untuk mendapatkan oksigen lebih banyak,” jelas dr. Bayu.

Cara Memilih Bantal, Lempar Bantal, dan Kasur

Berbagai Posisi Tidur beserta Risiko dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Penggunaan bantal dan lempar bantal saat tidur tidak boleh disepelekan. Tujuan bantal dan bantal punggung adalah untuk memberikan kenyamanan saat tidur. Namun, penggunaan bantal dan lempar bantal yang salah dapat menyebabkan sakit fisik.

Menurut Dr. Prayuth, sebaiknya gunakan satu bantal saja. Sebab, jika tidak berhenti di situ, leher bisa sakit karena posisi kepala terlalu tinggi. Namun, penggunaan bantal sebaiknya dilakukan secara proporsional.

“Misalnya bantal yang digunakan terbuat dari katun yang terlalu tipis dan tidak nyaman. Bisa pakai tambahan,” jelasnya.

Pada dasarnya, tikar juga digunakan untuk kenyamanan. Terutama bagi mereka yang tidur miring. Jika tidak ada bantal, tangan dan kaki akan langsung menempel. Sebab, posisi badan mengarah ke perut. Fungsi dari guling adalah untuk menjaga tubuh agar tetap dalam posisi berbaring.

Penggunaan kasur juga berperan. Ada berbagai jenis kasur. Dari kasur katun hingga pegas kotak. Kalau tidak apa-apa, tidak apa-apa menggunakan kasur pegas kotak. Namun jika posisinya tidak lurus maka box spring sebaiknya tidak lagi digunakan.

“Dengan matras katun, hal yang perlu diperhatikan adalah perlindungan dari kelembapan. Karena saat basah, matras katun mengeras. Kasur katun harus sering dikeringkan agar kelembapannya menguap dan kapasnya mengembang,” jelasnya.

Sebaliknya, hindari tidur tanpa kasur. Sebab, otomatis dasar keras. Ini tidak baik dalam jangka panjang karena tidak ada yang menurunkan berat badan. Akhirnya otot dan tulang harus bekerja keras untuk menopang tubuh. Artinya beristirahat, tetapi tidak beristirahat.

“Tidak baik tidur dengan kepala di tangan. Jika tidur dalam waktu lama, tangan akan cekung dan sirkulasi darah di tangan akan berkurang. Sehingga mudah masuk angin,” pungkas dr Prayuth. (*)

Sumber : Jawa Pos

Post a Comment for "Berbagai Posisi Tidur beserta Risiko dan Manfaatnya bagi Kesehatan"