Kisah Perjalanan AC Milan di Era Silvio Berlusconi: Kejayaan dan Kontroversi

Kisah Perjalanan AC Milan di Era Silvio Berlusconi: Kejayaan dan Kontroversi

BOLAPANDIT.COM
- Kepergian Silvio Berlusconi meninggalkan kekosongan yang dirasakan oleh banyak orang. Berlusconi tidak hanya dikenal sebagai mantan Perdana Menteri Italia, tetapi juga sosok penting di balik kesuksesan AC Milan.

Selama memimpin AC Milan selama sekitar tiga dekade, dari tahun 1986 hingga 2017, I Rossoneri menjadi kekuatan yang menakutkan di Italia dan Eropa. Mereka meraih 28 trofi, termasuk lima gelar Liga Champions.

Nama-nama seperti Marco Van Basten, Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Franco Baresi, dan Paolo Maldini menjadi ikon dalam era Berlusconi. Tidak dapat dipisahkan, nama Berlusconi memberikan pengaruh besar dalam sepak bola Italia, bahkan di dunia internasional. Siapa yang tidak mengenal Berlusconi?

Namun, tidak selalu tentang prestasi bagi Berlusconi. Pada tahun 2005, namanya terlibat dalam skandal calciopoli yang mengguncang dunia sepak bola Italia. AC Milan pun mendapatkan hukuman yang membuat para penggemar kecewa.

Terlepas dari segala warna kehidupannya, Berlusconi tetaplah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan kontroversi. Ketika kabar kepergiannya pada usia 86 tahun menyebar, Paolo Maldini, seorang pemain yang sangat dihormatinya, merasa terpukul.

"Dengan ini, saya berterima kasih atas segalanya, Presiden. Anda telah memberi kami, para Milanisti, kesempatan untuk mewujudkan mimpi selama 30 tahun. Tidak ada yang seperti Anda," tulis sang legenda dalam unggahan Instagramnya.

Mari kita lihat beberapa skandal yang pernah menodai sepak bola Italia.

Skandal Totonero (1980)

Sebelum terungkap, tim-tim sepak bola Italia sudah dicurigai terlibat dalam pengaturan pertandingan. Seorang tokoh penting di balik skandal Totonero 1980 adalah Dezso Solti, seorang penyelundup dan bandar taruhan dari Hongaria. Dia terkenal karena menawarkan sejumlah uang kepada wasit sebelum pertandingan untuk memastikan keputusan yang menguntungkan bagi Inter Milan.

Namun, tidak ada dari mereka yang terlibat dalam skandal Totonero 1980. Pada tahun 1970-an, satu-satunya cara untuk menang dalam taruhan resmi adalah dengan memprediksi hasil dari semua 12 pertandingan pada akhir pekan dengan benar, sehingga hampir mustahil bagi seseorang untuk berhasil melakukannya.

Skandal ini akhirnya terbongkar. Beberapa klub terkena dampaknya, di antaranya:

Kisah Perjalanan AC Milan di Era Silvio Berlusconi: Kejayaan dan Kontroversi

- AC Milan: Diturunkan ke Serie B
- Lazio: Diturunkan ke Serie B (didenda 10 juta lira dan dikenai hukuman pengurangan 5 poin)
- Bologna: Dikenai pengurangan 5 poin untuk musim Serie A 1980/1981
- Avellino: Dikenai pengurangan 5 poin untuk musim Serie A 1980/1981
- Perugia: Dikenai pengurangan 5 poin untuk musim Serie A 1980/1981
- Palermo: Dikenai pengurangan 5 poin untuk musim Serie B 1980/1981
- Taranto: Dikenai pengurangan 5 poin untuk musim Serie B 1980/1981

Skandal Calciopoli (2005/2006)

Mungkin inilah skandal terbesar dalam sejarah sepak bola. Pada awal tahun 2000-an, Juventus dan AC Milan terlibat persaingan ketat di Serie A.

Italia dan dunia heboh. Pasalnya, klub-klub ternama terlibat dalam skandal ini. Dalam kasus ini, wasit ditekan untuk membuat keputusan yang menguntungkan beberapa klub. Kebohongan itu akhirnya terungkap.

Konsultan olahraga Italia, GEA World, berhasil mengungkap skandal ini. La Gazzetta Dello Sport kemudian mengungkapnya secara luas. Franco Carraro, Presiden Federasi Sepak Bola Italia saat itu, mengundurkan diri dan digantikan oleh Guido Rossi.

Berikut beberapa klub yang terlibat dan hukumannya:

- Juventus: Diturunkan ke Serie B dengan pengurangan poin, gelar Serie A 2004/2005 dicabut, dan ditempatkan di urutan ke-20 di Serie A 2005/2006.
- AC Milan: Dikenai pengurangan delapan poin, 30 poin dikurangi dari musim 2005/2006.
- Fiorentina: Dikenai pengurangan 15 poin di Serie A dan dikeluarkan dari Liga Champions 2006/2007.
- Lazio: Dikenai pengurangan tiga poin dan dikeluarkan dari Piala UEFA 2006/2007.
- Reggina: Dikenai pengurangan 11 poin dan didenda 100.000 euro.

Scommessopoli (2011/2012)

Tidak lama setelah Calciopoli, Serie A sekali lagi terlibat dalam skandal pada musim 2011-2012. Pada awalnya, skandal ini tidak mendapatkan perhatian serius karena kebanyakan klub yang terlibat berada di Serie B. Namun, tetap saja skandal ini merupakan pukulan serius bagi sepak bola Italia. Klub-klub yang terlibat langsung mendapatkan berbagai sanksi.

Berikut beberapa klub yang terlibat dan hukumannya:

- Atalanta: Dikenai pengurangan enam poin dari musim Serie A 2011/2012.
- Ascoli Calcio: Dikenai pengurangan enam poin dari musim Serie B 2011/2012 dan didenda 50.000 euro.
- Hellas Verona: Didenda 20.000 euro.
- Sassuolo: Didenda 20.000 euro.
- Alessandria: Diturunkan ke peringkat 20 di Lega Pro Prima Divisione dan diturunkan ke Lega Pro Seconda Divisione.
- Benevento: Dikenai pengurangan sembilan poin.
- Cremonese: Dikenai pengurangan enam poin dan didenda 30.000 euro.
- Viareggio: Didenda 5.000 euro.

Skandal ini menunjukkan bahwa masalah pengaturan pertandingan masih ada dalam sepak bola Italia, meskipun langkah-langkah telah diambil untuk mengatasi hal ini. Skandal-skandal ini mengguncang dunia sepak bola Italia dan memberikan dampak jangka panjang bagi klub-klub yang terlibat.***

Post a Comment for "Kisah Perjalanan AC Milan di Era Silvio Berlusconi: Kejayaan dan Kontroversi"