Asal-usul Nama Lubang Buaya: Jejak Kelam Peristiwa G30S/PKI

Asal-usul Nama Lubang Buaya: Jejak Kelam Peristiwa G30S/PKI
Asal-usul Nama Lubang Buaya: Jejak Kelam Peristiwa G30S/PKI
TIYARMANGULO.COM
- Lubang Buaya, sebuah nama yang telah melekat dalam sejarah Indonesia, terutama terkait dengan peristiwa tragis G30S/PKI pada tahun 1965. Lubang Buaya adalah area yang menjadi tempat pembuangan tujuh jasad Pahlawan Revolusi yang menjadi korban peristiwa tersebut. Terletak di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Lubang Buaya memiliki cerita asal-usul yang unik yang melibatkan legenda dan keberanian.

Pada peristiwa G30S/PKI, tujuh Pahlawan Revolusi diculik, dibunuh, dan dibuang di Lubang Buaya karena dituduh terlibat dalam isu adanya Dewan Jenderal yang ingin mengkudeta Presiden Sukarno. Ketujuh pahlawan ini, yang akhirnya dianugerahi gelar pahlawan revolusi, merupakan korban dari peristiwa yang mengguncang Indonesia pada masa itu.

Versi Pertama: Sungai Sunter dan Buaya Penyebab Nama Lubang Buaya

Menurut versi pertama asal-usul nama Lubang Buaya, Kasubsi Bimbingan dan Informasi Monumen Pancasila Sakti Mayor Caj Edy Bawono menjelaskan bahwa tak jauh dari sumur pembuangan jasad tujuh Pahlawan Revolusi, terdapat sebuah sungai yang bernama Sunter. Pada masa lalu, Sungai Sunter dianggap berbahaya karena banyak buaya yang berkeliaran di sana. Buaya-buaya ini sering membuat lubang untuk bersembunyi. Akibatnya, wilayah tersebut diberi nama Lubang Buaya.

Versi Kedua: Legenda Datuk Banjir Pangeran Syarif Hidayatullah

Versi kedua mengaitkan penamaan Lubang Buaya dengan legenda Datuk Banjir Pangeran Syarif Hidayatullah, yang hingga saat ini menjadi bagian dari cerita rakyat. Menurut versi ini, leluhur Datuk Banjir melakukan perjalanan ke Jakarta pada abad ke-7. Saat itu, Datuk Banjir menggunakan kendaraan dari bambu yang disebut getek untuk melintasi Sungai Sunter. Namun, getek Datuk Banjir terseret ke dalam lubang di sungai tersebut hingga menyentuh dasar sungai.

Kejadian ini tidak membuat Datuk Banjir terbawa arus, karena ia selamat dari bahaya tersebut. Konon, penyebab insiden ini adalah ulah ular dari penguasa gaib di sungai tersebut, yakni seekor buaya putih bernama Pangeran Gagak Jakalumayung. Buaya ini memiliki anak bernama Mpok Nok, yang memiliki wujud buaya tanpa ekor atau buaya buntung.

Datuk Banjir kemudian bertarung dengan kedua buaya tersebut sebelum akhirnya berhasil masuk ke kampung di wilayah tersebut. Akibat kejadian ini, Datuk Banjir memberi nama Lubang Buaya untuk mengenang peristiwa tersebut.

Jejak Kelam G30S/PKI: Tujuh Pahlawan Revolusi yang Dibuang di Lubang Buaya

Asal-usul Nama Lubang Buaya: Jejak Kelam Peristiwa G30S/PKI
Asal-usul Nama Lubang Buaya: Jejak Kelam Peristiwa G30S/PKI
Tujuh jenderal yang menjadi korban peristiwa G30S/PKI dan dibuang di Lubang Buaya adalah:
1. Jenderal Ahmad Yani
2. Mayjen Raden Soeprapto
3. Mayjen Mas Tirtodarmo Haryono
4. Mayjen Siswondo Parman
5. Brigjen Donald Isaac Panjaitan
6. Brigjen Sutoyo Siswomiharjo
7. Lettu Pierre Andreas Tendean

Ketujuh jenazah ini baru ditemukan pada tanggal 3 Oktober di sebuah sumur tua dengan kedalaman sekitar 12 meter dan diameter 0,75 meter. Kondisi ini membuat tim evakuasi menghadapi kesulitan karena keterbatasan alat. Posisi jasad Pahlawan Revolusi di sumur tersebut bertumpuk, dan mereka baru berhasil dikeluarkan pada 4 Oktober 1965 dalam kondisi sulit dikenali.

Mereka kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 5 Oktober 1965. Peristiwa ini menjadi salah satu titik tragis dalam sejarah Indonesia yang menggugah kesadaran nasionalisme dan perjuangan demi kebebasan.

Penutup

Sejarah Lubang Buaya dan peristiwa G30S/PKI merupakan bagian penting dalam memahami perjalanan sejarah Indonesia. Nama Lubang Buaya tidak hanya sekadar penanda tempat pembuangan tujuh Pahlawan Revolusi, tetapi juga mengandung kisah legenda yang berakar dalam budaya Indonesia. Dengan mengenang peristiwa ini, kita diingatkan akan pentingnya mempertahankan persatuan dan keberanian dalam menghadapi tantangan sejarah. Lubang Buaya tetap menjadi saksi bisu perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan dan kesatuan Indonesia.***

#LubangBuayaSejarahIndonesia 
#G30SPKI 
#JejakPahlawanRevolusi 
#LegendaLubangBuaya 
#AsalUsulNamaTempat

Post a Comment for "Asal-usul Nama Lubang Buaya: Jejak Kelam Peristiwa G30S/PKI"