Kasus Penipuan Arisan Bodong, Pelaku Diduga Mahasiswi Unisba

Kasus Penipuan Arisan Bodong, Pelaku Diduga Mahasiswi Unisba
Kasus Penipuan Arisan Bodong, Pelaku Diduga Mahasiswi Unisba | inews.com
Kasus dugaan penipuan dengan modus lelang arisan online telah mencuat di Kota Bandung, menggemparkan masyarakat. Terduga pelaku, yang pada awalnya masih berstatus mahasiswi, dilaporkan menipu ratusan orang dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.

Terduga pelaku, berinisial JZF (20 tahun), berasal dari Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Pelaku diduga melakukan penipuan dengan modus lelang arisan, suatu bentuk investasi yang dianggap bodong.

Sebagai informasi, terduga pelaku ini juga merupakan mahasiswi dari Universitas Islam Bandung (Unisba). Prof. Edi Setiadi, Rektor Unisba, mengonfirmasi bahwa JZF adalah mahasiswi aktif di universitas tersebut dan telah mengikuti kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis sejak tahun 2021. Namun, sejak kasus penipuan ini terungkap ke publik, JZF tidak lagi menghadiri kuliah.

Rektor Edi Setiadi menjelaskan, terduga pelaku sebelumnya telah melakukan transaksi akademik seperti perwalian dan pengambilan mata kuliah, sehingga statusnya adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisba. Namun, sejak kasus ini mencuat, JZF berhenti masuk kuliah.

Kasus Penipuan Arisan Bodong, Pelaku Diduga Mahasiswi Unisba

"Pertama, bahwa terduga pelaku ini setelah ditracking di sistem informasi akademik kami benar itu adalah mahasiswa Unisba yang secara sistem aktif," ungkap Rektor Edi.

Edi menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh JZF adalah perbuatan pribadi dan bertanggung jawab secara pribadi, bukan merupakan tindakan yang dapat dihubungkan dengan Unisba sebagai institusi pendidikan. Tindak pidana yang dilakukan JZF adalah tanggung jawab pribadi.

Meskipun demikian, Unisba tidak tinggal diam menghadapi kasus yang telah menjadi viral di masyarakat. Pihak universitas melakukan upaya mediasi antara JZF dengan pihak yang merasa dirugikan oleh tindakan penipuannya. Dalam mediasi ini, JZF telah menandatangani perjanjian untuk mengembalikan uang kepada para korban.

Edi Setiadi menegaskan, "Kami tidak tinggal diam karena sebagian korban mahasiswa kami dan pelaku mahasiswa kami, tentu kami harus melakukan upaya mediasi yang sudah dilakukan dan sebagian tersebar dan viral di media sosial."

Unisba berkomitmen untuk mendukung upaya penyelesaian kasus ini dan memastikan bahwa para korban mendapatkan hak mereka kembali. Dalam kasus penipuan ini, mediasi menjadi langkah awal yang diambil oleh universitas untuk memulihkan kerugian yang diderita oleh para korban.(*)

#penipuanarisanbodong #kasuspenipuanbandung #mahasiswiunisba #rektorunisba #penipuanonline #mediasikasuspenipuan #kerugiankorban #investasibodong #arisanbodong #tindakpidanamahasiswa

Post a Comment for "Kasus Penipuan Arisan Bodong, Pelaku Diduga Mahasiswi Unisba"