Makna Mendalam Lagu 'Pantang Mundur' oleh Titiek Puspa

https://id.wikipedia.org/wiki/Titiek_Puspa
Makna Mendalam Lagu 'Pantang Mundur' oleh Titiek Puspa | tirto.id
Pada tahun 1964, penyanyi senior Indonesia, Titiek Puspa, menciptakan lagu yang sekarang kita kenal sebagai "Pantang Mundur." Sebuah karya yang penuh dengan makna dan emosi, lagu ini memiliki cerita di baliknya yang mungkin belum banyak orang ketahui.

Cerita di balik "Pantang Mundur" mencerminkan pengalaman pribadi dan pengamatan Titiek Puspa tentang kehidupan di Irian Barat (sekarang Papua Barat). Titiek Puspa menciptakan lagu ini setelah ia menyaksikan seorang istri yang ditinggal suaminya yang pergi ke Irian Barat. Kisah ini diungkapkannya dalam wawancara di kanal YouTube Alvin in Love.

Pada saat itu, Titiek Puspa sedang naik becak ketika ia melihat adegan seorang ibu hamil yang mengantar suaminya ke Irian Barat. Pengalaman ini memberinya inspirasi untuk menciptakan lagu "Pantang Mundur." Titiek mengungkapkan, "Habis nonton adegan seorang ibu yang mengandung mengantar suaminya ke Irian Barat tahun 1964."

Apa yang membuat lagu ini begitu istimewa adalah bahwa Titiek Puspa telah mengunjungi Irian Barat pada tahun 1963, sehingga ia memiliki gambaran tentang kehidupan di sana. "Sedangkan aku (tahun) 1963 udah ke Irian, jadi aku tahu Irian kayak apa, pokoknya nakutin wis," kata Titiek.

Namun, kunjungannya ke Irian Barat pada tahun 1963 tidak berjalan mulus. Ia menceritakan bahwa ketika ia tiba di sana, ia diserang. Belanda pada saat itu menyebarkan propaganda bahwa orang Indonesia adalah pemakan manusia, dan mereka mencoba untuk menghentikan penyanyi-penyanyi Indonesia dari mengunjungi wilayah tersebut.

Makna Mendalam Lagu 'Pantang Mundur' oleh Titiek Puspa

Untungnya, saat Titiek Puspa dan penyanyi lainnya tampil di Irian Barat, mereka dikawal oleh tentara yang memastikan keselamatan mereka hingga akhir acara. "Nyanyi ditungguin tentara," kenang Titiek. "Begitu habis nyanyi itu, bapak ibu yang masih koteka, 'jangan balik, jangan balik, tinggal di sini sama kami, jangan tinggali kami,' itu nangis, sampai merinding saya," lanjut Titiek.

Penyanyi yang kini berusia 86 tahun itu juga mengungkapkan bahwa saat itu ia ikut menangis ketika mendengar permohonan masyarakat di sana agar ia tidak pulang. "Itu dia nangis, aku melu (ikut) nangis. 'Saya nanti datang lagi,'" ujar Titiek saat itu berjanji. "Saya ke sana lagi (menepati janji), dipanggil sama bapak-bapak tentara (untuk tampil lagi)," lanjutnya.

Dengan pengalaman dan emosi yang mendalam inilah, Titiek Puspa menciptakan lagu "Pantang Mundur" yang menjadi simbol semangat dan tekad untuk tidak pernah mundur dalam menghadapi berbagai cobaan. Lagu ini mengingatkan kita tentang kekuatan hati dan tekad yang tak tergoyahkan, serta pengorbanan yang pernah ada di masa lalu.

Melalui lagu ini, Titiek Puspa tidak hanya menghibur pendengarnya, tetapi juga mengabadikan sebuah kisah dan kenangan yang tak terlupakan dari perjalanan hidupnya. "Pantang Mundur" adalah sebuah karya seni yang tetap relevan dan penuh makna hingga hari ini, dan mengingatkan kita akan perjuangan dan ketabahan dalam menghadapi tantangan kehidupan.***

Post a Comment for "Makna Mendalam Lagu 'Pantang Mundur' oleh Titiek Puspa"