Perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam Perang Gerilya

Perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam Perang Gerilya
Perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam Perang Gerilya | viva.co.id
Perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam Perang Gerilya. Panglima Besar Jenderal Sudirman adalah salah satu tokoh pahlawan nasional Indonesia yang memiliki dedikasi tinggi terhadap perjuangan kemerdekaan. Meskipun dalam kondisi sakit yang cukup parah, Jenderal Sudirman tetap memimpin Perang Gerilya melawan penjajah Belanda. Bahkan, beliau perlu menggunakan tandu untuk menjalani perjalanan di medan perang.

Tandu pertama yang digunakan oleh Jenderal Sudirman konon merupakan kursi pribadi milik salah satu anggota militernya, Hadi Harsono. Dalam perang gerilya, Jenderal Sudirman harus dibantu oleh empat orang yang memikul tandu ini, yaitu Rawun, Panggung, Cecek, dan Kalijan, yang merupakan warga sekitar. Mereka semua dengan penuh tekad dan semangat membantu Jenderal Sudirman dalam perjuangannya.

Jenderal Sudirman mulai menggunakan tandu saat perang gerilya dari Semanu menuju Bedoyo, Gunungkidul, pada tanggal 22 Desember 1948. Keputusan ini diambil karena Jenderal Sudirman dalam kondisi lemah akibat penyakit tuberculosis (TBC). Meskipun kondisinya sangat lemah, Jenderal Sudirman tetap gigih dalam memimpin perjuangan melawan penjajah.

Perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam Perang Gerilya

Tandu yang digunakan oleh Jenderal Sudirman sederhana, terbuat dari kursi yang ditutup dengan kain di bagian atasnya. Di atas tandu terdapat bantal yang digunakan sebagai dudukan kursi, serta tali yang digunakan untuk mengikat penutup dengan kaki kursi. Tandu ini berukuran sekitar 1,5 meter dan memiliki dua bambu panjang yang digunakan sebagai penopang.

Tandu yang pernah digunakan oleh Jenderal Sudirman ini kini menjadi salah satu koleksi Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman di Yogyakarta. Museum ini juga memiliki beragam koleksi lainnya yang berkaitan dengan Jenderal Sudirman, termasuk replika dokar yang digunakan dalam perang gerilya.

Museum Sasmitaloka ini memiliki 14 ruangan yang memajang berbagai koleksi pribadi Jenderal Sudirman, termasuk kendaraan, patung buste, perabotan rumah, piagam penghargaan, pakaian, dan banyak lagi. Museum ini menjadi saksi bisu dari perjuangan besar Jenderal Sudirman dan mengenang dedikasinya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam Perang Gerilya. Jenderal Sudirman adalah salah satu pahlawan nasional yang patut dihormati dan dikenang atas pengabdiannya bagi bangsa dan negara Indonesia. Meskipun dalam kondisi sakit, tekad dan semangatnya dalam perang gerilya tetap menginspirasi banyak orang untuk berjuang demi kemerdekaan.(*)

Post a Comment for "Perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam Perang Gerilya"